Cuci Tangan Bedah: Langkah Penting dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial


Apa yang Dimaksud dengan Cuci Tangan Bedah?

Cuci tangan bedah merupakan prosedur pembersihan tangan dan lengan bawah yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, terutama dokter bedah dan perawat kamar operasi, sebelum melakukan tindakan pembedahan. Tujuan utamanya adalah menghilangkan kotoran, flora sementara, serta menurunkan jumlah flora residen pada kulit tangan hingga batas terendah yang mungkin dicapai (Depkes RI, 2018). Proses ini dilakukan menggunakan air mengalir dan antiseptik khusus untuk memastikan tangan dalam kondisi steril saat melakukan kontak dengan area steril pasien.

Tujuan Cuci Tangan Bedah

Beberapa tujuan utama dari cuci tangan bedah antara lain:

  1. Mencegah infeksi nosokomial, khususnya infeksi luka operasi.
  2. Menghilangkan mikroorganisme sementara yang mungkin berasal dari lingkungan atau pasien sebelumnya.
  3. Menurunkan jumlah flora residen yang dapat menyebabkan kontaminasi silang saat tindakan operasi.
  4. Menjamin keamanan pasien dan tenaga kesehatan selama prosedur pembedahan (Kemenkes RI, 2020).

Manfaat Cuci Tangan Bedah

Pelaksanaan cuci tangan bedah memberikan manfaat besar bagi keselamatan pasien dan petugas medis, di antaranya:

  1. Mengurangi risiko infeksi silang antara pasien dan tenaga medis.
  2. Menjaga area operasi tetap steril selama tindakan berlangsung.
  3. Mendukung penerapan prinsip asepsis dan antisepsis di ruang bedah.
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menekan angka kejadian infeksi nosokomial (WHO, 2020).

Langkah-langkah Cuci Tangan Bedah

Menurut World Health Organization (2020) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020), langkah-langkah cuci tangan bedah dilakukan sebagai berikut:

  1. Melepaskan semua perhiasan seperti cincin, jam tangan, atau gelang.
  2. Membuka keran air dan membasahi tangan serta lengan bawah hingga siku.
  3. Mengambil sabun antiseptik bedah secukupnya (misalnya povidone iodine 7,5% atau chlorhexidine 4%).
  4. Menggosok telapak tangan secara menyeluruh selama 1 menit.
  5. Menggosok punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku secara bergantian selama 1 menit tiap bagian.
  6. Membersihkan bagian pergelangan dan lengan bawah hingga siku selama 1 menit.
  7. Bilas tangan dan lengan dari ujung jari ke arah siku dengan air mengalir (hindari arah sebaliknya).
  8. Ulangi proses selama 5 menit untuk memastikan seluruh area bersih.
  9. Keringkan dengan handuk steril atau biarkan kering secara alami.
  10. Gunakan sarung tangan steril setelah tangan benar-benar kering.

Cuci tangan bedah merupakan tindakan dasar namun sangat penting dalam pencegahan infeksi di rumah sakit, khususnya di ruang operasi. Dengan mengikuti prosedur yang benar, tenaga kesehatan dapat melindungi diri dan pasien dari risiko kontaminasi serta meningkatkan keselamatan dalam pelayanan medis.

Referensi:

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya. Jakarta: Depkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Teknis Pencegahan Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

World Health Organization. (2020). WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. Geneva: WHO Press.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Telinga: Tes Weber, Rinne, dan Schwabach

Latihan Batuk Efektif: Cara Benar Mengeluarkan Dahak dan Melancarkan Pernapasan