Perawatan Selang Dada (Water Seal Drainage/WSD): Prosedur Penting dalam Menunjang Fungsi Pernapasan
Perawatan selang dada atau Water Seal Drainage (WSD) adalah prosedur keperawatan yang bertujuan untuk menjaga fungsi sistem drainase dada tetap efektif dalam mengeluarkan udara, darah, atau cairan dari rongga pleura. Tindakan ini dilakukan untuk membantu paru-paru mengembang kembali setelah mengalami gangguan, seperti pneumotoraks, hemotoraks, atau efusi pleura (Kemenkes RI, 2020). Selang dada dihubungkan dengan sistem drainase berisi air yang berfungsi sebagai katup satu arah agar udara dan cairan dapat keluar tetapi tidak kembali masuk ke rongga pleura.
Tujuan Perawatan Selang Dada
Tujuan utama dari perawatan selang dada adalah untuk:
- Mengembalikan tekanan negatif intrapleura, sehingga paru-paru dapat mengembang optimal.
- Mencegah terjadinya kolaps paru akibat akumulasi udara atau cairan.
- Mengeluarkan udara, darah, atau cairan dari rongga pleura.
- Menjaga fungsi sistem drainase tetap efektif dan steril.
- Meningkatkan kenyamanan serta keamanan pasien selama proses penyembuhan (Depkes RI, 2018).
Manfaat Perawatan Selang Dada
- Perawatan selang dada memiliki manfaat penting dalam praktik keperawatan, antara lain:
- Meningkatkan fungsi respirasi pasien dengan menjaga paru-paru tetap mengembang.
- Mengurangi risiko komplikasi seperti infeksi, obstruksi, atau kebocoran udara.
- Mendukung proses penyembuhan pasca operasi toraks atau trauma dada.
- Menjadi bagian penting dalam pemantauan klinis terhadap kondisi pasien dengan gangguan pernapasan berat (Nurarif & Kusuma, 2015).
Langkah-langkah Perawatan Selang Dada
Menurut pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020), langkah-langkah dalam melakukan perawatan selang dada meliputi:
- Persiapan Alat dan Pasien
- Cuci tangan menggunakan teknik aseptik.
- Siapkan alat: sarung tangan steril, duk steril, kapas alkohol, plester, gunting, dan cairan antiseptik.
- Jelaskan prosedur kepada pasien untuk mengurangi kecemasan.
- Observasi Sistem Drainase
- Pastikan posisi botol drainase lebih rendah dari dada pasien.
- Periksa adanya gelembung udara, fluktuasi cairan (tidaling), serta jumlah dan warna cairan yang keluar.
- Perawatan Luka dan Area Insersi
- Lepaskan balutan lama secara hati-hati.
- Bersihkan area sekitar luka dengan cairan antiseptik dari arah dalam ke luar.
- Ganti balutan dengan kasa steril yang baru.
- Pemantauan Fungsi Sistem WSD
- Pastikan air dalam botol water seal berada pada ketinggian 2 cm.
- Periksa adanya kebocoran udara pada sistem.
- Catat jumlah dan karakter cairan yang keluar setiap shift
- Rapikan alat, lepaskan sarung tangan dengan benar, dan cuci tangan.
- Dokumentasikan hasil tindakan serta kondisi pasien di catatan keperawatan.
Perawatan selang dada (WSD) merupakan prosedur keperawatan kritis yang harus dilakukan dengan prinsip aseptik dan observasi ketat. Tujuan utamanya adalah menjaga paru-paru tetap mengembang, mencegah infeksi, serta memastikan fungsi drainase efektif. Keberhasilan tindakan ini sangat bergantung pada keterampilan dan ketelitian perawat dalam pemantauan sistem drainase serta kondisi pasien.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap. Jakarta: Depkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Teknis Asuhan Keperawatan di Ruang ICU dan IGD. Jakarta: Kemenkes RI.
Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA NIC-NOC. Yogyakarta: Mediaction Publishing.
World Health Organization. (2020). Infection Prevention and Control Guidelines for Health Workers. Geneva: WHO Press.
Komentar
Posting Komentar