Pemeriksaan Telinga: Tes Weber, Rinne, dan Schwabach



Pemeriksaan Telinga

Pemeriksaan telinga merupakan bagian dari pemeriksaan fisik sistem pendengaran yang bertujuan untuk menilai fungsi telinga luar, tengah, dan dalam. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menentukan jenis gangguan pendengaran apakah bersifat konduktif (hambatan hantaran suara) atau sensorineural (gangguan saraf pendengaran). Salah satu cara sederhana untuk menilai fungsi pendengaran adalah melalui tes garpu tala seperti Tes Weber, Rinne, dan Schwabach (Syaifuddin, 2014).

Tujuan Pemeriksaan

Tujuan utama pemeriksaan Weber, Rinne, dan Schwabach adalah:

  1. Menentukan jenis gangguan pendengaran (konduktif atau sensorineural).
  2. Mengetahui sisi telinga yang mengalami gangguan.
  3. Sebagai pemeriksaan awal sebelum pemeriksaan lanjutan seperti audiometri.

Manfaat Pemeriksaan

  1. Membantu diagnosis awal gangguan pendengaran.
  2. Menjadi panduan dalam menentukan terapi atau rujukan ke spesialis THT.
  3. Mendeteksi gangguan pendengaran ringan yang mungkin tidak disadari oleh pasien (Corwin, 2019).

1. Tes Weber

Tes Weber digunakan untuk menilai apakah gangguan pendengaran bersifat konduktif atau sensorineural secara lateral (kiri atau kanan). Pemeriksaan dilakukan dengan meletakkan garpu tala yang telah digetarkan di tengah dahi atau vertex kepala pasien.

Cara Pemeriksaan

  • Garpu tala digetarkan, kemudian ditempatkan di tengah dahi atau puncak kepala pasien.
  • Pasien ditanya di mana bunyi terdengar paling kuat: di tengah, di telinga kanan, atau kiri.

Interpretasi Hasil

  • Normal: Suara terdengar sama di kedua telinga.
  • Tuli konduktif: Suara terdengar lebih keras di telinga yang sakit.
  • Tuli sensorineural: Suara terdengar lebih keras di telinga yang sehat (Corwin, 2019).

2. Tes Rinne

Tes Rinne digunakan untuk membandingkan pendengaran udara (Air Conduction/AC) dan pendengaran tulang (Bone Conduction/BC). Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah terjadi gangguan konduktif atau sensorineural.

Cara Pemeriksaan

  • Garpu tala digetarkan dan ditempelkan pada prosesus mastoideus (belakang telinga) — ini menguji BC (Bone Conduction).
  • Ketika pasien tidak lagi mendengar suara, garpu tala segera dipindahkan ke depan meatus akustikus eksternus tanpa menyentuh kulit — ini menguji AC (Air Conduction).

Interpretasi Hasil

  • Normal (Rinne positif): AC > BC (suara lebih lama terdengar di udara).
  • Tuli konduktif (Rinne negatif): BC > AC.
  • Tuli sensorineural: AC > BC tetapi keduanya lebih pendek dari normal (Purnomo, 2018).

3. Tes Schwabach

Tes Schwabach digunakan untuk membandingkan masa dengar tulang pasien dengan pemeriksa (yang dianggap normal).

Cara Pemeriksaan

  • Pemeriksa menempatkan garpu tala yang bergetar di mastoid pasien.
  • Setelah pasien tidak lagi mendengar suara, garpu tala segera ditempelkan di mastoid pemeriksa.

Interpretasi Hasil

  • Schwabach normal: Masa dengar pasien = pemeriksa.
  • Schwabach memanjang: Menunjukkan tuli konduktif (karena hantaran tulang meningkat).
  • Schwabach memendek: Menunjukkan tuli sensorineural (karena fungsi saraf pendengaran menurun) (Syaifuddin, 2014).

Tes Weber, Rinne, dan Schwabach merupakan pemeriksaan sederhana, noninvasif, dan efektif untuk menilai fungsi pendengaran. Walaupun bukan pemeriksaan definitif, ketiga tes ini penting dalam penentuan arah diagnosis dan rencana tindak lanjut pasien dengan gangguan pendengaran.

Referensi: 

Corwin, E. J. (2019). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.

Purnomo, B. (2018). Pemeriksaan Fisik dan Penilaian Klinis. Jakarta: Salemba Medika.

Syaifuddin. (2014). Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: EGC.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2015). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit (Edisi 8). Jakarta: EGC.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Latihan Batuk Efektif: Cara Benar Mengeluarkan Dahak dan Melancarkan Pernapasan